Rabu, 11 Mei 2011

KEINDAHAN

KEINDAHAN

Keindahan merupakan suatu kegiatan dalam kehidupan yang dapat membuat seseorang berbahagia. Tindakan ini dilakukan karena keinginan mendapat suatu kebahagiaan yang diinginkan seseorang pada saat yang telah diatur untuk melakukannya. Tidak hanya itu, keindahan juga dapat dirasakan ketika tanpa sadar dirasakan dan dilakukan seseorang, dan akan tersenyum ketika selesai melakukannya. Banyak kejadian yang seperti itu dalam kehidupan ini, tanpa kita sadari kejadian demi kejadian terus berlangsung dan ada beberapa kejadian yang membuat kita bahagia sesaat maupun selamanya.

KEADILAN

KEADILAN

Keadilan adalah suatu tindakan yang membuat kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagian di segala aspek kehidupan. Dalam era Globalisasi sekarang ini banyak tindakan yang membuat rugi semua masyarakat. Janji-janji yang ditawarkan wakil rakyat hanya omong kosong. Semua yang telah dikatakan ketika berkampanye tidak sesuai dengan hasil pekerjaan yang telah dicapainya. Keadilan itu sendiri sangat menyimpang dalam aspek kehidupan di Negara ini. Rakyat menderita, hanya wakil rakyat yang berbahagia, dimana keadilan yang mereka janjikan...???saya meerupakan salah satu orang yang tidak mendapat keadilan dalam Negara ini karena janji-janji hanya IMITASI.

KESEDIHAN

KESEDIHAN

Bicara tentang kesedihan akan membuat kita teringat tentang apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Semua hal yang telah kita lakukan akan terasa terbuang dan merasa ingin mengulang kembali. Hal ini kita rasakan karena apa yang telah kita lakukan tidak tidak sesuai dengan harapan. Ada banyak halyang telah kita lalui tetapi ketika kita sadar akan apa yang telah kita perbuat salah, kita akan merasa ingin memperbaiki perbuatan yang lebih baik dari sebelumnya.

Teringat masa lalu yang tak akan terlupakan, ketika aku memiliki seseorang yang teramat aku sayangi dan selalu ada disampingku di saat aku sedih, senang , maupun susah. Beliah adalah ayahku, masa-masa bersama beliau tak akan aku lupakan seumur hidupku. Tutur kata yang lembut, kepribadian yang tak kenal lelah agar selalu terus berjuang untuk menjadi sesosok manusia yang mampu melawan kerasnya kehidupan. Beliau juga mengajarkan aku untuk menjadi Imam yang selalu dapat mencontohkan perbuatan baik di lingkungan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat. Tak hanya itu, pengalaman beliau yang selalu diajarkan kepadaku sangat berarti untuk aku menjadi lebih dewasa dalam menjalani kehidupan. Sekarang beliau telah pergi dan tak akan kembali menemaniku di kehidupan ini. Kepergian beliau tak akan aku lupakan, karena banyak hal penting yang telah beliau ajarkan kepadaku. Aku berharap agar beliau selalu tersenyum atas apa yang kami lakukan semenjak kepergian beliau..I LOVE YOU FULL FATHER,,, tak akan aku lupakan smua yang telah kau ajarkan. 

Rabu, 06 April 2011

BUDAYA


Pengertian
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai”kultur”dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budayaterbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaianbangunan, dan karya seniBahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Pengertian Kebudayaan
Menurut Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Unsur-unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik)



Wujud dan Komponen
Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilainorma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengansistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul denganmanusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
  • Kebudayaan material
    Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
  • Kebudayaan nonmaterial
    Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

Rabu, 09 Maret 2011

Ilmu Budaya Dasar


Ringkasan Ilmu Budaya Dasar
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Di Indonesia Ilmu Budaya Dasar berkembang sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm istilah dari bahasa inggris “The Humanities”. Humanities sendiri berasal dari bahasa latin yaitu humanus yang diartikan adalah manusia. berbudaya dan halus. The humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, meraka mempelajari ilmu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Latar Belakang Ilmu Budaya Dasar
  1. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari suku dan daerah.
  2. Dampak positif dan dampak negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem ilmu budaya dasar sehingga manusia terkena pengaruhnya. Akibatnya pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
  3. Kemajuan dalam bidang teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan teknologi. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positif, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi.
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
  1. Mengenal diri kita sendiri sebelum maupun mengenal orang lain
  2. Mengenal perilaku diri kita sendiri maupun mengenal perilaku orang lain
  3. Bisa memberi bekal penting kepada diri sendiri untuk pergaulan hidup
  4. Bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia
  5. Agar kita lebih tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya
  6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada disekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang kita yang luhur nilainya
  7. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat daerah dan kota sebagai disiplin ilmu yang kaku
  8. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam mempelancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguran tinggi khususnya pendidikan
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
  1. Hakekat manusia yang satu atau univesal, akan tetapi yang beranekaragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam sosial dan budaya manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidak seragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan coral seperti ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
  2. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunkan pengetahuan budaya (The Humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
Unsur-unsur Kebudayaan
  • Sistem Religi/Kepercayaan
  • Sistem organisasi kemasyarakatan
  • Ilmu Pengetahuan
  • Bahasa dan kesenian
  • Mata pencaharian hidup
  • Peralatan dan teknologi
Faktor-faktor penghambat proses perubahan kebudayaan
  1. Faktor dari dalam masyarakat
  • bertambah dan berkurangnya penduduk
  • penemuan-penemuan baru
  • pertentangan-pertentangan didalam masyarakat
  • terjadinya pembrontakan didalam tubuh masyarakat itu sendiri
  1. Faktor dari luar masyarakat
  • berasal dari lingkungan dan fisik yang ada disekitar manusia
  • peperangan dengan negara lain
  • pengaruh kebudayaan masyarakat lain
Sumber

Senin, 17 Januari 2011

Hubungan Pertumbuhan Penduduk dan Pertumbuhan Ekonomi


  1. Definisi Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Misalnya pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun 1995 ke tahun 2000 adalah perubahan jumlah penduduk Indonesia dari tahun 1995 sampai 2000.

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.


 I. Definisi Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan pendudukdan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.

Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikanpendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembagapengetahuansosial dan teknik.



III. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi

Sumber daya alam yang dimiliki mempengaruhi pembangunan ekonomi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.
Faktor ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.
Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuacahasil hutantambang, dan hasil laut, sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaandibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).
Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakanpasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.
Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.



PERTUMBUHAN PENDUDUK FUNGSI DARI PENDAPATAN PERKAPITA
  • Pendapatan naik, meningkatkan laju pertumbuhan penduduk. Hanya pada titik tertentu, jika melampaui titik tsb, kenaikan pendapatan perkapita menurunkan tingkat kesuburan. Dan ketika pembangunan mencapai tahap maju, maka laju pertumbuhan penduduk turun (LEIBSTEIN).
  • Dengan kenaikan pendapatan perkapita, keinginan memperoleh anak semakin berkurang. Spesialisasi meningkat dan Mobilitas ekonomi & sosial ; kenyataan mengurus anak sangat sulit dan mahal. Maka laju pertumbuhan penduduk KONSTAN dan menurun (TESIS KAPILARITAS SOSIAL DUMONT).
Faktor-faktor mempengaruhi pertumbuhan pendapatan perkapita dari pelaksanaan Upaya Minimum Kritis :
  1. Skala disekonomis internal ;
akibat tidak dapat dibaginya faktor produksi.
  1. Skala disekonomis external ;
akibat ketergantungan eksternal, hambatan budaya dan kelembagaan di negara berkembang.



AGEN PERTUMBUHAN
1.  Pengusaha
2.  Investor
3.  Penabung
4.  Inovator

Kegiatan tersebut membantu pertumbuhan sehingga memunculkan :
1.     Kewiraswastaan
2.     Peningkatan sumber pengetahuan
3.     Pengembangan keterampilan produktif masyarakat
4.     Peningkatan laju tabungan dan investasi



Kamis, 02 Desember 2010

KELUARGA

KELUARGA
Salah satu hal yang dicari setiap manusia dalam kehidupan ini adalah kebahagiaan, meskipun setiap orang memiliki perbedaan latar belakang. Ketika lapar menemukan makanan lezat, ketika sulit menemukan kemudahan, ketika kesepian bertemu teman atau kekasih, ketika butuh uang mendapat rezeki yang tidak terduga sebelumnya dan masih banyak lagi kebahagiaan yang lainnya. Semua kebahagiaan tersebut berhubungan dengan misteri subyektif manusia karena bila itu bahagia baginya belum tentu bahagia bagi orang lain, tetapi intinya bahagia tidak terlepas atas datangnya pertolongan ALLAH SWT hingga memperoleh sesuatu yang dianggap sebagai kebahagiaan pada diri seseorang yang di Anugerahkan ALLAH SWT kepada makhluk ciptaanNya.
Dalam bahasa Arab ada empat kata yang berhubungan dengan kebahagiaan, yaitu sa’ada (bahagia), falah (beruntung) najat (selamat) dan najah (berhasil).Jika sa’adah (bahagia) mengandung nuansa anugerah ALLAH SWT setelah terlebih dahulu mengarungi kesulitan, maka falah mengandung arti menemukan apa yang dicari. Falah ada dua macam, dunia dan akhirat. Falah dunia adalah memperoleh kebahagian yang membuat hidup di dunia terasa nikmat, yakni menemukan; (a) keabadian (terbatas); umur panjang, sehat selalu, kebutuhan tercukupi selalu dsb, (b) kekayaan; segala yang dimiliki jauh melebihi dari yang dibutuhkan, dan (c) kehormatan sosial. Sedangkan falah akhirat terdiri dari empat macam, yaitu (a) keabadian tanpa batas, (b) kekayaan tanpa ada lagi yang dibutuhkan, (c) kehormatan tanpa ada unsur kehinaan, dan (d) pengetahuan hingga tiada lagi yang tidak diketahui. Sedangkan Najat merupakan kebahagiaan yang dirasakan karena merasa terbebas dari ancaman yang menakutkan.
Hampir seluruh budaya menempatkan kehidupan keluarga sebagai ukuran kebahagian yang sebenarnya. Walaupun seseorang gagal karir di luar rumah, tetapi sukses membangun keluarga yang kokoh dan sejahtera, maka tetaplah ia dipandang sebagai orang yang sukses dan berbahagia. Sebaliknya orang yang sukses di luar rumah, tetapi keluarganya berantakan, maka ia tidak disebut orang yang beruntung, karena betapun sukses yang diraih, tetapi kegagalan dalam rumah tangganya akan tercermin di wajahnya, dan tercermin juga dalam pola kehidupannya yang tidak bahagia. Jadi sungguh berbahagialah orang-orang yang sukses dalam membangun keluarga yang bahagia.
Namun di balik kesuksesan tersebut rahasia apa yang harus dilakukan untuk menjadi keluarga yang bahagia, menurut pola pikir saya keluarga bahagia ialah ;
 Sekelompok orang yang terbentuk dengan adanya keselarasan fungsi dan peran dari setiap anggota keluarga tersebut, fungsi dan peran dalam artian tanggung jawab dan selaras dalam hubungan yang harmoni antar anggota keluarga. Bila dari setiap anggota sadar akan tanggung jawabnya masing-masing serta selalu menjaga keharmonisan dalam keluarga sudah pasti kebahagiaan adalah anugerah terindah bagi keluarga tersebut. Seorang Ayah sadar tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga, bukan hanya sekedar mencari nafkah tetapi juga sebagai penganyom dalam keluarga, seorang ibu paham tanggung jawabnya sebagai ibu yang senantiasa menjadi penyejuk dalam keluarga, seorang anak mengerti tanggung jawabnya sebagai buah hati orang tua yang senantiasa selalu membahagiakannya.
 Lalu bagaimana dalam perkembangan jaman modern saat ini yang sudah menuntut bahwa pria dan wanita memiliki peran yang sama (gender), bagi saya kesamaan peran tersebut terletak pada kejelasan akan tanggung jawabnya saja, bahwa dalam rumah tangga ada kesamaan rasa tanggung jawab yang harus dijalankan bersama, contohnya; mencari nafkah atau menjaga keutuhan ekonomi keluarga itu bukan saja pria (suami) yang harus bertanggung jawab tetapi wanita (istri) juga harus bertanggung jawab. Tidak berharap, barangkali saja bila suaminya sakit keras atau meninggal sang istri tidak akan perlu lagi takut untuk menjaga keutuhan ekonomi keluarga karena sudah memiliki bekal mencari nafkah. Adanya hubungan atas dasar saling membutuhkan, seperti apa yang ada dalam Al-Qur’an  hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna” (mereka adalah pakaian kamu dan kamu adalah pakaian mereka) (QS. 2: 187). Maksudnya setiap anggota keluarga paham akan apa yang menjadi kebutuhan setiap anggota keluarga, baik itu secara lahir maupun batin dan juga seperti apa yang di analogkan Al-Qur’an di atas bahwa pakaian memiliki fungsi sebagai pelindung dan perhiasan, jadi setiap anggota keluarga adalah pelindung dan perhiasan bagi keluarganya. Seorang ayah mengerti akan kebutuhannya sebagai suami;,seperti, kebutuhan biologis, kehormatan, kasih sayang, dsb. Tidak hanya itu, seorang ayah juga mengerti kebutuhan anggota keluarganya yang lain, anak butuh akan kasih sayangnya, istri membutuhkan kehangatannya, dsb. Serta sebagai suami ia akan senantiasa melindungi keluarganya dari berbagai ancaman dan menghiasi keluarganya dengan mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang shaleh. Seperti apa yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an bahwa agar senantiasa memelihara diri serta keluarga “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kamu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (QS 66: 6).
Bila kita memperluas lagi arti keluarga sebenarnya bukan hanya pada lingkup keluarga dalam rumah tangga saja, tetapi sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari arti penting keluarga dapat kita aplikasikan, seperti dalam pergaualan kita sehari-hari, lingkungan kampus, kos, organisasi, atau teman-teman terdekat. Dan bila arti penting keluarga ini dapat kita aplikasikan dalam perjalanan hidup kita, sebuah keyakinan bahwa kita akan mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan yang menjadi anugerah terindah bagi hidup kita. Dan bagaimana juga rahasianya, menurut pola pikir saya tidak jauh berbeda dengan seperti apa yang saya jelaskan diatas bahwa pertama memang harus ada keselarasan antar fungsi dan peran dan kedua adanya hubungan atas dasar saling membutuhkan baik lahir dan batin. Dan sekali lagi saya tegaskan bila hal ini teraplikasi dalam kehidupan kita sehari-hari baik itu lingkungan kampus, masyarakat maupun bangsa. Saya yakin kebahagiaan akan datang menjadi anugerah terindah dalam hidup kita semua. Contohnya dalam keluarga kampus, seorang dosen dan mahasiswa menjaga kesalarasan dalam menjalankan fungsi dan perannya. Dosen bertanggung jawab untuk mendidik, menyayangi dan mengembangkan kemampuan mahasiswanya, dan mahasiswa bertanggung jawab untuk belajar dan menghormati dosennya. Dan contohnya lagi dalam lingkup Negara, seorang Presiden bertanggung jawab akan kepemimpinannya dan memahami akan kebutuhan rakyatnya dan sebaliknya sebagai rakyat paham akan apa yang dibutuhkan bangsannya.
Keberhasilan dalam membangun keluarga bahagia adalah impian setiap orang., seperti apa yang dikatakan Guru saya Bermimpilah, lalu bangun dan wujudkan mimpimu”.oleh karena itu jangan sia-siakan mereka bahwa keluarga adalah anugerah terindah.
Harta yang paling berharga ialah keluarga, puisi yang paling bermakna ialah keluarga, mutiara tiada tara ialah keluarga, jagalah keluargamu ketika mereka masih tersenyum berada di sampingmu.